EoIP Tunnel dengan Mikrotik
A. Pengertian
Tunnel adalah jalur khusus yang ada pada internet yang digunakan untuk menghubungkan 2 jaringan atau lebih.
EOIP Tunnel adalah program tunnel yang hanya ada pada perangkat mikrotik
(Mikrotik Proprietary) yang digunakan untuk membangun network tunnel. EOIP
tunnel tidak menggunakan enkripsi dalam pengiriman paket datanya, tidak
disarankan menggunakan EOIP tunnel untuk transfer data yang memiliki keamanan yang tinggi.
B. Latar Belakang
Rasa penasaran saya akan cara kerja EoIP Tunnel
C. Tujuan
Membangun jaringan dengan EoIP
D. Alat dan bahan
~Laptop
~kabel UTP
~RouterBOARD Mikrotik
E. Durasi Pelaksanaan
10 menit
F. Tahap Pelaksanaan
Read More
Tunnel adalah jalur khusus yang ada pada internet yang digunakan untuk menghubungkan 2 jaringan atau lebih.
EOIP Tunnel adalah program tunnel yang hanya ada pada perangkat mikrotik
(Mikrotik Proprietary) yang digunakan untuk membangun network tunnel. EOIP
tunnel tidak menggunakan enkripsi dalam pengiriman paket datanya, tidak
disarankan menggunakan EOIP tunnel untuk transfer data yang memiliki keamanan yang tinggi.
B. Latar Belakang
Rasa penasaran saya akan cara kerja EoIP Tunnel
C. Tujuan
Membangun jaringan dengan EoIP
D. Alat dan bahan
~Laptop
~kabel UTP
~RouterBOARD Mikrotik
E. Durasi Pelaksanaan
10 menit
F. Tahap Pelaksanaan
1. konfigurasikan IP seperti Topologi diatas
2. Hubungkan antara AP dengan Station
3. Buat interface EoIP Tunnel dan masukan remote address dan tunnel ID
Router 1
Router 2
NB:remote address = IP Address Publik lawan, Tunnel ID = ID antara router EoIP harus sama,
4. Kemudian Bridge Interface eth 2 dan interface EoIP
lakukan hal seperti diata di router yang satunya
5. lalu beri IP pada komputer
beri juga di komputer yang satunya
6. kemudian test ping IP komputer Lawan
G. Kesimpulan
EOIP tunnel tidak menggunakan enkripsi dalam pengiriman paket datanya, tidak disarankan menggunakan EOIP tunnel untuk transfer data yang memiliki keamanan yang tinggi.
H. Referensi
PTP VLAN Dengan OSI LAYER 2
A. Pengertian
Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga.
B. Latar Belakang
Mempelajari Vlan lebih luas (layer 2/ data link)
C. Tujuan
memahami Cara kerja PTP Vlan di osi layer 2
D. Alat dan Bahan
~ laptop
~ Kabel UTP
~ Mikrotik RouterBOARD
E. Durasi pelaksanaan
5 menit
F. Tahap Pelaksanaan
1. Buat interface Vlan
Read More
Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga.
B. Latar Belakang
Mempelajari Vlan lebih luas (layer 2/ data link)
C. Tujuan
memahami Cara kerja PTP Vlan di osi layer 2
D. Alat dan Bahan
~ laptop
~ Kabel UTP
~ Mikrotik RouterBOARD
E. Durasi pelaksanaan
5 menit
F. Tahap Pelaksanaan
1. Buat interface Vlan
NB: VLAN id harus sama dengan VLAN id lawan
2. Kemudian buat bridge antara Vlan dengan ether2
3. buat IP Untuk vlan dan Interface yang terhubung ke laptop
NB:konfigurasikan hal yang sama di router yang satunya
4. lalu buat Koneksi baru dengan Connection type VLAN
5. Pilih parent Dropdown Parent interface Kemudian pilih paren interface dan isikan Vlan Id dan Vlan interface name sesuai dengan yang sudah dibuat
6. kemudian Isikan IP Address yang satu Network Degan Yang Kita Buat di Mikrotik
G. Kesimpulan
Dengan menggunakan Vlan kita bisa meminimalisir penggunaan kabel.
H. Referensi
Distribusi Vlan Dengan wirelless di mikrotik
Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga.
B. Latar Belakang
Ingin membuat interface virtual lan di interface wirelless
C. Tujuan
Bisa memakai interface virtual di interface fisik
D. Alat dan Bahan
~ Laptop/pc
~ Kabel UTP
~ Mikrotik RouterBOARD
E. Durasi Pelaksanaan
5 menit
F. Tahap Pelaksanaan
1. bukan winbox, buat interface Wlan sebagai AP dan tambahkan vlan interface Wlan
- beri nama, vlan id, dan isikan interface fisik yaitu wlan
2. lalu beri IP untuk Vlan kita
3. buat Koneksi baru dengan Connection type VLAN
4. kemudian isi vlan id dan vlan interface sesuia dengan yang kita buat di mikrotik
5. isikan IP Address satu segment dengan yang kita buat tadi
6. kemudian chek di terminal dengan perintah ifconfig
G. Kesimpulan
kita bisa menggunakan interface virtual dalam interface fisik
Management Proyek Dalam Bidang IT

Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek.
George R. Terry telah merumuskan fungsifungsi tersebut sebagai POAC (Planning,Organizing, Actuating dan Controlling).
- P lanning (Perencanaan)
- O rganizing (Pengorganisasian)
- A ctuating (Penggerakan)
- C ontroling (Pengendalian)
Planning adalah proses yang secara sistematis mempersiapkan kegiatan guna
mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Kegiatan diartikan sebagai kegiatan
yang dilakukan dalam rangka pekerjaan konstruksi, baik yang menjadi
tanggung jawab pelaksana (kontraktor) maupun pengawas (konsultan).
Kontraktor maupun konsultan, harus mempunyai konsep planning” yang
tepat untuk mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
masing-masing.
Pada proses planning perlu diketahui hal-hal sebagai berikut :
- Permasalahan yang terkait dengan tujuan dan sumber daya yang tersedia.
- Cara mencapai tujuan dan sasaran dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia.
- Penerjemahan rencana kedalam program-program kegiatan yang kongkrit.
- Penetapan jangka waktu yang dapat disediakan guna mencapai tujuan dan sasaran.
Organizing (pengorganisasian kerja) dimaksudkan sebagai pengaturan atas suatu kegiatan yang
dilakukan oleh sekelompok orang, dipimpin oleh pimpinan kelompok dalam suatu wadah
organisasi. Wadah organisasi ini menggambarkan hubungan-hubungan struktural dan fungsional
yang diperlukan untuk menyalurkan tanggung jawab, sumber daya maupun data.
Dalam proses manajemen, organisasi berfungsi untuk :
- menjamin terpeliharanya koordinasi dengan baik.
- membantu pimpinannya dalam menggerakkan fungsi-fungsi manajemen.
- mempersatukan pemikiran dari satuan organisasi yang lebih kecil yang berada di dalam kordinasinya.
- koordinasi vertikal (menggambarkan fungsi komando),
- koordinasi horizontal (menggambarkan interaksi satu level); dan
- koordinasi diagonal (menggambarkan interaksi berbeda level tapi di luar fungsi komando).
Actuating diartikan sebagai fungsi manajemen untuk menggerakkan orang yang tergabung dalam organisasi agar melakukan kegiatan yang telah ditetapkan di dalam planning. Pada tahap ini diperlukan kemampuan pimpinan kelompok untuk menggerakkan; mengarahkan; dan memberikan motivasi kepada anggota kelompoknya untuk secara bersama-sama memberikan kontribusi dalam menyukseskan manajemen proyek mencapai tujuan dan
sasaran yang telah ditetapkan. Berikut ini beberapa metoda mensukseskan “actuating” yang dikemukakan oleh George R. Terry, yaitu:
- Hargailah seseorang apapun tugasnya sehingga ia merasa keberadaannya di dalam kelompok atau organisasi menjadi penting.
- Instruksi yang dikeluarkan seorang pimpinan harus dibuat dengan mempertimbangkan adanya perbedaan individual dari pegawainya, hingga dapat dilaksanakan dengan tepat oleh pegawainya.
- Perlu ada pedoman kerja yang jelas, singkat, mudah difahami dan dilaksanakan oleh pegawainya.
- Lakukan praktek partisipasi dalam manajemen guna menjalin kebersamaan dalam penyelenggaraan manajemen, hingga setiap pegawai dapat difungsikan sepenuhnya sebagai bagian dari organisasi.
- Upayakan memahami hak pegawai termasuk urusan kesejahteraan, sehingga tumbuh sense of belonging dari pegawai tersebut terhadap tempat bekerja yang diikutinya.
- Pimpinan perlu menjadi pendengar yang baik, agar dapat memahami
dengan benar apa yang melatarbelakangi keluhan pegawai, sehingga dapat
dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan sesuatu keputusan. - Seorang pimpinan perlu mencegah untuk memberikan argumentasi sebagai
pembenaran atas keputusan yang diambilnya, oleh karena pada umumnya
semua orang tidak suka pada alasan apalagi kalau dicari-cari agar bisa
memberikan dalih pembenaran atas keputusannya. - Jangan berbuat sesuatu yang menimbulkan sentimen dari orang lain atau
orang lain menjadi naik emosinya. - Pimpinan dapat melakukan teknik persuasi dengan cara bertanya sehingga
tidak dirasakan sebagai tekanan oleh pegawainya. - Perlu melakukan pengawasan untuk meningkatkan kinerja pegawai, namun
haruslah dengan cara-cara yang tidak boleh mematikan kreativitas pegawai
Controlling diartikan sebagai kegiatan guna menjamin pekerjaan yang telah
dilaksanakan sesuai dengan rencana. Didalam manajemen proyek jalan
atau jembatan, controlling terhadap pekerjaan kontraktor dilakukan oleh
konsultan melalui kontrak supervisi, dimana pelaksanaan pekerjaan
konstruksinya dilakukan oleh kontraktor. Pengawas Umum (General
Superintendat) berkewajiban melakukan Pengendalian (secara berjenjang)
terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh staf di bawah kendalinya yaitu Site
Administration, Quantity Surveyor, Materials Superintendant, Construction
Engineer, dan Equipment Engineer untuk memastikan masing-masing staf
sudah melakukan tugasnya dalam koridor “jaminan kualitas (quality
assurance)”. Sehingga, tahap-tahap pencapaian sasaran sebagaimana
direncanakan dapat dipenuhi.
Kegiatan ini berlaku juga dalam kegiatan internal konsultan supervisi, dalam
artian, kepada pihak luar konsultan supervisi itu bertugas mengawasi
kontraktor, selain itu secara internal Site Engineer juga melakukan
controlling terhadap Quantity Engineer dan Quality Engineer. Secara
keseluruhan internal controlling ini dapat mendorong kinerja konsultan
supervisi lebih baik di dalam mengawasi pekerjaan kontraktor.
Ruang lingkup kegiatan controlling mencakup pengawasan atas
seluruh aspek pelaksanaan rencana, antara lain adalah:
- Produk pekerjaan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif Seluruh sumber-sumber daya yang digunakan (manusia, uang , peralatan, bahan)
- Prosedur dan cara kerjanya
- Kebijaksanaan teknis yang diambil selama proses pencapaian sasaran.
fakta tentang pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan berbagai
faktor yang mempengaruhinya. Rujukan untuk menilainya adalah
memperbandingkan antara rencana dan pelaksanaan, untuk
memahami kemungkinan terjadinya penyimpangan.
Kesimpulan : Jika bisa mengimplementasikan atau menerapkan Management Proyek ini kita akan bisa memimpin dan mencapai targer dengan lebih tersruktur
Menghubungkan Laptop Dengan Vlan
A. Pengertian
Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga.
B. Latar Belakang
akan tidak efisien jika menggunakan banyak kabel, dan memakan biaya yang mahal.
C. Tujuan
menghubungkan vlan ke laptop tanpa mengubah lan fisik
D. Alat dan Bahan
~Laptop
~Mikrotik RouterBOARD
~Kabel UTP
E. Durasi Pelaksanaan
8 menit
F. Tahap Pelaksanaan
1. Buat Interface VLAN
Read More
Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga.
B. Latar Belakang
akan tidak efisien jika menggunakan banyak kabel, dan memakan biaya yang mahal.
C. Tujuan
menghubungkan vlan ke laptop tanpa mengubah lan fisik
D. Alat dan Bahan
~Laptop
~Mikrotik RouterBOARD
~Kabel UTP
E. Durasi Pelaksanaan
8 menit
F. Tahap Pelaksanaan
1. Buat Interface VLAN
2. Buat Nama interface Vlan
3. Kemudian beri IP untuk Vlan
4. lalu buat DHCP server untuk vlan
5. kemudian buat konksi baru dengan Connection type Vlan
6. lalu masukan Vlan Id sama dengan yang kita buat tadi dan juga Vlan interfacenya
7. dan untuk ip pilih DHCP
8. terakhir kita test di terminal dengan perintah ifconfig
G. Kesimpulan
Dengan Vlan Kita lebih menghemat kabel
Mengenal Vlan (Virtual Local Area Network)
Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port.
Sebuah VLAN memungkinkan seorang Administrator untuk menciptakan sekelompok peralatan yang secara logic dihubungkan satu sama lain. Dengan VLAN, kita dapat membagi jaringan switch secara logik berdasarkan fungsi, departemen atau project team .
B. Sejarah
Setelah sukses melakukan eksperimen dengan voice over Ethernet dari tahun 1981 sampai 1984, Dr. W. David Sincoskie bergabung dengan Bellcore dan mulai menangani masalah peningkatan jaringan Ethernet. Pada 10 Mbit / s, Ethernet lebih cepat daripada kebanyakan alternatif pada saat itu. Namun, Ethernet adalah jaringan siaran dan tidak ada cara yang baik untuk menghubungkan beberapa jaringan Ethernet bersama-sama. Ini membatasi total bandwidth jaringan Ethernet menjadi 10 Mbit / s dan jarak maksimum antara dua node menjadi beberapa ratus kaki.
Sebaliknya, walaupun kecepatan puncak jaringan telepon yang ada untuk koneksi individual terbatas pada 56 kbit / s (kurang dari seperseratus kecepatan Ethernet), total bandwidth jaringan tersebut diperkirakan 1 Tbit / s, mampu bergerak lebih dari seratus Seribu kali lebih banyak informasi dalam skala waktu tertentu.
Meskipun memungkinkan untuk menggunakan IP routing untuk menghubungkan beberapa jaringan Ethernet bersama-sama, harganya mahal dan relatif lambat. Sincoskie mulai mencari alternatif yang membutuhkan sedikit pengolahan per paket. Dalam proses itu, dia secara mandiri menemukan kembali switch Ethernet belajar mandiri.
Namun, menggunakan switch untuk menghubungkan beberapa jaringan Ethernet dengan mode fault-tolerant memerlukan jalur yang berlebihan melalui jaringan itu, yang pada gilirannya memerlukan konfigurasi spanning tree . Ini memastikan bahwa hanya ada satu jalur aktif dari node sumber ke tujuan manapun di jaringan. Hal ini menyebabkan switch terpusat menjadi bottleneck, yang membatasi skalabilitas karena lebih banyak jaringan saling berhubungan.
Untuk membantu meringankan masalah ini, Sincoskie menemukan VLAN dengan menambahkan tag ke setiap frame Ethernet. Tag ini bisa dianggap sebagai warna, katakan merah, hijau, atau biru. Kemudian masing-masing switch bisa ditugaskan untuk menangani frame dengan satu warna, dan mengabaikan sisanya. Jaringan bisa saling berhubungan dengan tiga pohon yang membentang, satu untuk setiap warna. Dengan mengirimkan campuran warna bingkai yang berbeda, bandwidth agregat dapat ditingkatkan. Sincoskie menyebut ini sebagai jembatan multitree. Dia dan Chase Cotton menciptakan dan menyempurnakan algoritma yang diperlukan untuk membuat sistem layak dilakukan. "Warna" inilah yang sekarang dikenal di bingkai Ethernet sebagai header IEEE 802.1Q , atau tag VLAN. Sementara VLAN biasanya digunakan di jaringan Ethernet modern, menggunakannya untuk tujuan semula akan agak tidak biasa.
Pada tahun 2003, Ethernet VLAN dijelaskan pada edisi pertama standar IEEE 802.1Q .
Pada tahun 2012, IEEE menyetujui IEEE 802.1aq ( jalur penjembatan terpendek) untuk membakukan penyeimbangan beban dan jalur terpendek dari ( multicast dan unicast ) lalu lintas yang memungkinkan jaringan yang lebih besar dengan rute jalur terpendek antar perangkat . Dalam 802.1aq Shortest Path Bridging Desain dan Evolusi: Perspektif Arsitek David Allan dan Nigel Bragg menyatakan bahwa jalan terpanjang menjembatani adalah salah satu penyempurnaan paling signifikan dalam sejarah Ethernet.
C. Cara Kerja VLAN
VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk
mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC addresses dsb. Semua
informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging)
di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan
port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang
digunakan oleh VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan
switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/bridge
inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi
suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama.
Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya.
atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software)
yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang
didalamnya.untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.
D. Keuntungan VLAN
- Security– Departemen yang memiliki data sensitive terpisah dari jaringan yang ada, akan mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting.
- Cost reduction – Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang mahal untuk upgrades jaringan dan efisiensi penggunaan bandwidth dan uplink yang tersedia.
- Higher performance – Dengan membagi jaringan layer 2 menjadi beberapa worksgroup secara logik (broadcast domain) mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada jaringan dan meningkatkan performa.kjk
- Broadcast storm mitigation – Dengan membagi sebuah jaringan menjadi VLAN mengurangi jumlah peralatan yang berpartisipasi dalam broadcast storm.
- Improved IT staff efficiency – Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah, karena user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama.
- Simpler project or application management – Memiliki fungsi-fungsi terpisah mempermudah pengelolaan sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus.
Jadi Sebuah VLAN itu di Ibaratkan Sebuah kabel jaringan yang berada di kabel fisik.
F. Referensi
id.wikipedia.org
https://dedenthea.wordpress.com
VAP (Virtual Access Point)
A. Pengertian
Virtual Access Point adalah interface virtual wireless yang digunakan untuk
membuat beberapa Access Point Virtual dari satu interface wireless fisik. Jadi hanya dengan menggunakan satu wireless interface fisik saja kita dapat membuat banyak virtual Access Pont dengan SSID, Network, dan Mac Address, yang berbeda pada masing masing-masing AP. Namun menggunakan frekuensi dan band yang sama dengan wlan induknya (real). Berikut keterangan pada Virtual Access Point:
- Virtual AP akan menjadi child dari wlan yang ada (interface real)
-Satu Interface wlan dapat digunakan untuk membuat virtual AP dengan batas
maksimum VAP sebanyak 128 VAP
-Virtual AP dapat dikonfigurasi dengan SSID, Network, security profile dan
access list yang berbeda, namun frekuensi dan band yang digunakan sama
dengan yang digunakan pada wlan induk (interface real)
-Virtual AP bersifat sama seperti AP pada umumnya seperti:
B. Latar Belakang
rasa ingin tahu saya mengenai 1 Perangkat wirelless bisa ada beberapa SSID
C. Tujuan
Bisa Membuat Lebih dari 1 SSID dalam 1 perangkat wirelless
D. Alat dan bahan
~Laptop
~RouterBoard Support wifi
E. Durasi Pelasksanaan
5 menit
F. Tahap Pelaksanaan
1. buka menu wirelless -->add --> Virtual

2. pada tab menu wirelless isikan SSID dan Master interface WLAN 1
lalu apply --> ok
3. kemudian di sini saya buat 1 SSID lagi untuk yang ada passwordnya
4. Kemudian cek di smartphon atau Laptop


G. Kesimpulan
Kita Bisa Membuat lebih dari 1 SSID dalam 1 perangkat wirelless
H. Referensi
www.mikrotik.co.id
Read More
Virtual Access Point adalah interface virtual wireless yang digunakan untuk
membuat beberapa Access Point Virtual dari satu interface wireless fisik. Jadi hanya dengan menggunakan satu wireless interface fisik saja kita dapat membuat banyak virtual Access Pont dengan SSID, Network, dan Mac Address, yang berbeda pada masing masing-masing AP. Namun menggunakan frekuensi dan band yang sama dengan wlan induknya (real). Berikut keterangan pada Virtual Access Point:
- Virtual AP akan menjadi child dari wlan yang ada (interface real)
-Satu Interface wlan dapat digunakan untuk membuat virtual AP dengan batas
maksimum VAP sebanyak 128 VAP
-Virtual AP dapat dikonfigurasi dengan SSID, Network, security profile dan
access list yang berbeda, namun frekuensi dan band yang digunakan sama
dengan yang digunakan pada wlan induk (interface real)
-Virtual AP bersifat sama seperti AP pada umumnya seperti:
- Dapar dihubungkan dengan station/client
- Dapat mendistribusikan IP address dengan fitur DHCP Server
- Dapat difungsikan sebagai Hotspot Server
B. Latar Belakang
rasa ingin tahu saya mengenai 1 Perangkat wirelless bisa ada beberapa SSID
C. Tujuan
Bisa Membuat Lebih dari 1 SSID dalam 1 perangkat wirelless
D. Alat dan bahan
~Laptop
~RouterBoard Support wifi
E. Durasi Pelasksanaan
5 menit
F. Tahap Pelaksanaan
1. buka menu wirelless -->add --> Virtual

2. pada tab menu wirelless isikan SSID dan Master interface WLAN 1
lalu apply --> ok
3. kemudian di sini saya buat 1 SSID lagi untuk yang ada passwordnya
4. Kemudian cek di smartphon atau Laptop


G. Kesimpulan
Kita Bisa Membuat lebih dari 1 SSID dalam 1 perangkat wirelless
H. Referensi
www.mikrotik.co.id
Subscribe to:
Posts (Atom)













