Showing posts with label Virtualization. Show all posts
Showing posts with label Virtualization. Show all posts
Menambahkan NAS Storage pada Proxmox
A. Pengertian
Network-attached storage ( NAS ) adalah server penyimpanan data tingkat file komputer yang terhubung ke jaringan komputer yang menyediakan akses data ke sekelompok klien yang heterogen . NAS adalah spesialis untuk menyajikan file baik dengan perangkat keras, perangkat lunak, atau konfigurasinya. Seringkali dibuat sebagai alat komputer - komputer khusus yang dirancang khusus. Sistem NAS adalah peralatan jaringan yang berisi satu atau lebih drive penyimpanan , yang sering diatur menjadi wadah penyimpanan logis atau berlebihan atau RAID . selebihnya di sini
B. Latar Belakang
Dibutuhkannya Penyimpanan secara terpusat
C.Tujuan
Menambahkan NAS Sturage pada proxmox
D. Alat dan Bahan
~ Laptop Untuk Meremote
~ Proxmox Server
~ FreeNAS server
E. Durasi Pelaksanaan
5 menit
F. Langkah Pelaksanaan
1. Pertama Buka Proxmox melalui browser dan ketikan di url
Read More
Network-attached storage ( NAS ) adalah server penyimpanan data tingkat file komputer yang terhubung ke jaringan komputer yang menyediakan akses data ke sekelompok klien yang heterogen . NAS adalah spesialis untuk menyajikan file baik dengan perangkat keras, perangkat lunak, atau konfigurasinya. Seringkali dibuat sebagai alat komputer - komputer khusus yang dirancang khusus. Sistem NAS adalah peralatan jaringan yang berisi satu atau lebih drive penyimpanan , yang sering diatur menjadi wadah penyimpanan logis atau berlebihan atau RAID . selebihnya di sini
B. Latar Belakang
Dibutuhkannya Penyimpanan secara terpusat
C.Tujuan
Menambahkan NAS Sturage pada proxmox
D. Alat dan Bahan
~ Laptop Untuk Meremote
~ Proxmox Server
~ FreeNAS server
E. Durasi Pelaksanaan
5 menit
F. Langkah Pelaksanaan
1. Pertama Buka Proxmox melalui browser dan ketikan di url
https://ip-server:80062. Kemudianklik Datacenter pilih storage
3. Lalu Pilih Add pilih tipe NFS
4. Kemudian Beri ID atau Nama untuk servernya isikan IP server FreeNAS setelah itu pada Export klik anak panah kebawah
5. Selanjutnya pada Content tandai semuanya
6. Jika Sudah akan muncul seperti ini
G. Kesimpulan
Kita bisa mengambil storage dari NAS
H. Referensi
Membagun Network-Attached Storage dengan FreeNAS
A. Pengertian
Network-attached storage ( NAS ) adalah server penyimpanan data tingkat file komputer yang terhubung ke jaringan komputer yang menyediakan akses data ke sekelompok klien yang heterogen . NAS adalah spesialis untuk menyajikan file baik dengan perangkat keras, perangkat lunak, atau konfigurasinya. Seringkali dibuat sebagai alat komputer - komputer khusus yang dirancang khusus. Sistem NAS adalah peralatan jaringan yang berisi satu atau lebih drive penyimpanan , yang sering diatur menjadi wadah penyimpanan logis atau berlebihan atau RAID .
Penyimpanan terpasang jaringan menghapus tanggung jawab penayangan file dari server lain di jaringan. Mereka biasanya menyediakan akses ke file menggunakan protokol berbagi file jaringan seperti NFS , SMB / CIFS , atau AFP . Dari pertengahan 1990-an, perangkat NAS mulai mendapatkan popularitas sebagai metode berbagi file yang mudah digunakan di antara banyak komputer. Potensi manfaat dari penyimpanan terpasang jaringan khusus, dibandingkan dengan server tujuan umum yang juga melayani file, mencakup akses data yang lebih cepat, administrasi yang lebih mudah, dan konfigurasi sederhana.
Minimum Hardware Requirements:
Di Butuhkannya sistem penyimpanan yang terpusat dalam sebah server storage
C. Tujuan
Membangun Server Storage degan FreeNAS
D. Alat dan Bahan
~PC Server
~ 2 Flashdisk (1 digunakan Untuk bootable, 1 untuk Sistem Operasi FreeNASnya
E. Durasi Pelaksanaan
15 menit
F. Tahap Pelaksanaan
1. Pilih Boot device yang sudah di buat bootable
2. Lalu pilih FreeNAS Installer
3. Pilih Install/Upgrade
4. Karena PC saya hanya 4GB RAM jadi muncul seperti ini klik yes
5. Nah disini pilih flashdisk yang kosong tadi, jangan yang Harddisk
6. Lalu pilih Yes
7. Kasih Password FreeNASnya
8. Jika muncul seperti ini pilih Boot via BIOS
9. Tunggu sampai selesai
10. Setelah Itu pilih Reboot System
11. Masuk Bios lagi ubah Boot Option menjadi yang dipilih waktu istalasi
12. Jika sudah maka akan muncul GNU GRUB, Tekan Enter
13. pilih Normal Bootup
14. Proses hidupnya memang agak lama jadi sabar saja
15. jika sudah maka akan seperti ini
Read More
Network-attached storage ( NAS ) adalah server penyimpanan data tingkat file komputer yang terhubung ke jaringan komputer yang menyediakan akses data ke sekelompok klien yang heterogen . NAS adalah spesialis untuk menyajikan file baik dengan perangkat keras, perangkat lunak, atau konfigurasinya. Seringkali dibuat sebagai alat komputer - komputer khusus yang dirancang khusus. Sistem NAS adalah peralatan jaringan yang berisi satu atau lebih drive penyimpanan , yang sering diatur menjadi wadah penyimpanan logis atau berlebihan atau RAID .
Penyimpanan terpasang jaringan menghapus tanggung jawab penayangan file dari server lain di jaringan. Mereka biasanya menyediakan akses ke file menggunakan protokol berbagi file jaringan seperti NFS , SMB / CIFS , atau AFP . Dari pertengahan 1990-an, perangkat NAS mulai mendapatkan popularitas sebagai metode berbagi file yang mudah digunakan di antara banyak komputer. Potensi manfaat dari penyimpanan terpasang jaringan khusus, dibandingkan dengan server tujuan umum yang juga melayani file, mencakup akses data yang lebih cepat, administrasi yang lebih mudah, dan konfigurasi sederhana.
Minimum Hardware Requirements:
- Prosesor multicore 64-bit * (sangat dianjurkan Intel)
- 8GB * Boot Drive (USB Flash Drive sudah cukup)
- RAM 8GB *
- Setidaknya 1 disk terpasang langsung
- Satu port jaringan fisik
Di Butuhkannya sistem penyimpanan yang terpusat dalam sebah server storage
C. Tujuan
Membangun Server Storage degan FreeNAS
D. Alat dan Bahan
~PC Server
~ 2 Flashdisk (1 digunakan Untuk bootable, 1 untuk Sistem Operasi FreeNASnya
E. Durasi Pelaksanaan
15 menit
F. Tahap Pelaksanaan
1. Pilih Boot device yang sudah di buat bootable

2. Lalu pilih FreeNAS Installer

3. Pilih Install/Upgrade

4. Karena PC saya hanya 4GB RAM jadi muncul seperti ini klik yes

5. Nah disini pilih flashdisk yang kosong tadi, jangan yang Harddisk

6. Lalu pilih Yes

7. Kasih Password FreeNASnya

8. Jika muncul seperti ini pilih Boot via BIOS

9. Tunggu sampai selesai

10. Setelah Itu pilih Reboot System

11. Masuk Bios lagi ubah Boot Option menjadi yang dipilih waktu istalasi

12. Jika sudah maka akan muncul GNU GRUB, Tekan Enter

13. pilih Normal Bootup

14. Proses hidupnya memang agak lama jadi sabar saja

![]() |
| Add caption |

15. jika sudah maka akan seperti ini
G. Kesimpulan
Kita membangun server storage yang bisa
H. Referensi
Cluster Pada Proxmox
A. Pengertian
Proxmox VE cluster manager pvecm adalah alat untuk membuat sekelompok server fisik. Kelompok seperti itu disebut cluster . Kami menggunakan Corosync Cluster Engine untuk komunikasi kelompok yang andal, dan kelompok tersebut dapat terdiri dari 32 node fisik (mungkin lebih, tergantung pada latensi jaringan).
Saya mempunyai dua server proxmox dan saya ingin mengendalikan server secara terpusat dengan hanya satu web login
C. Tujuan
Bisa mengelompak node node pada kedua server proxmox sehingga bisa dalam satu control
D. Alat dan Bahan
~ Server yang sudah terinstall proxmox
~ Laptop untuh meremote
E. Durasi Pelaksanaan
6 Menit
F. Tahap Pelaksanaan
2. lalu Kita remote proxmox server melalui ssh
4. Pada server kedua untuk bisa join ke server master
Remote Proxmox server 2 melalui ssh dan tambahkan ip Proxmox Server 1 dengan perintah
6. Dan juga lihat di Server Master apakah sudah ada nodes yang kita tambahkan atau belum jika sudah berarti berhasil
G. Kesimpulan
Dengan Cluster Kita bisa lebih mudah dalam mengontrol beberapa server proxmox dalam satu kendali
H. Referensi
https://pve.proxmox.com/wiki/Cluster_Manager
Untuk yang mendapatkan permasalahan Cluster Not Ready - No Quorum (500) bisa di baca di SINI
Read More
Proxmox VE cluster manager pvecm adalah alat untuk membuat sekelompok server fisik. Kelompok seperti itu disebut cluster . Kami menggunakan Corosync Cluster Engine untuk komunikasi kelompok yang andal, dan kelompok tersebut dapat terdiri dari 32 node fisik (mungkin lebih, tergantung pada latensi jaringan).
Pvecm
dapat digunakan untuk membuat cluster baru, bergabung dengan node ke
cluster, meninggalkan cluster, mendapatkan informasi status dan
melakukan berbagai tugas terkait cluster lainnya
Proxmox VE Cluster memungkinkan untuk melakukan manajemen terpusat dari banyak server fisik dalam hal ini server Proxmox. Proxmox VE Cluster terdiri dari minimal satu master cluster dan beberapa node (Minimal satu master satu node). Adapun manfaat yang utama dalam Proxmox Cluster adalah :- Manajemen terpusat melalui web.
- Satu login dan password untuk mengakses semua node dan guest.
- Console dapat melihat semua Virtual Machines.
- Melakukan migrasi dari Virtual Machine antara berbagai mesin yang secara fisik berbeda.
- Sinkronisasi Virtual Appliance Template Store
Saya mempunyai dua server proxmox dan saya ingin mengendalikan server secara terpusat dengan hanya satu web login
C. Tujuan
Bisa mengelompak node node pada kedua server proxmox sehingga bisa dalam satu control
D. Alat dan Bahan
~ Server yang sudah terinstall proxmox
~ Laptop untuh meremote
E. Durasi Pelaksanaan
6 Menit
F. Tahap Pelaksanaan
TOPOLOGI
1. Pastikan kedua zona waktu pada proxmox sudah sama2. lalu Kita remote proxmox server melalui ssh
$ssh root@192.168.12.23. kemudian Pada server master buat cluster dengan perintah
#pvecm create (nama cluster)di nama cluster bisa di kasih nama sesuai keinginan .
4. Pada server kedua untuk bisa join ke server master
Remote Proxmox server 2 melalui ssh dan tambahkan ip Proxmox Server 1 dengan perintah
#pvecm add ( IP server master)
#pvecm add 192.168.12.25. kemudian Setelah server-server tersebut telah dimasukkan ke cluster bisa dilakukan pengecekan hasil cluster dengan melakukan perintah
#pvecm nodes
6. Dan juga lihat di Server Master apakah sudah ada nodes yang kita tambahkan atau belum jika sudah berarti berhasil
G. Kesimpulan
Dengan Cluster Kita bisa lebih mudah dalam mengontrol beberapa server proxmox dalam satu kendali
H. Referensi
https://pve.proxmox.com/wiki/Cluster_Manager
Untuk yang mendapatkan permasalahan Cluster Not Ready - No Quorum (500) bisa di baca di SINI
Mengatasi Proxmox Cluster Not Ready - No Quorum (500)

A. Pendahuluan
Munculnya TASK ERROR: Cluster not ready - no quorum ?, dengan error code 500, yang menurut saya merupakan salah satu error dari Proxmox, yaitu saat kita mencoba untuk melakukan cluster, tapi cluster yanng kita lakukan error, sehingga berakibat, semua virtual machine kita tidak bisa dijalankan dan muncul error cluster not ready - no quorum ?(500).
B. Latar Belakang
Latar belakang saya membuat postingan ini karena pengalaman saya ketika mencoba membuat cluster dengan teman saya
C. Tujuan
Bisa mengatasi Problem Proxmox Cluster Not Ready - No Quorum (500)
D. Alat dan Bahan
~Server Proxmox yang memiliki error tersebut
~Laptop untuk meremote server proxmox
E. Durasi Pelaksanaan
5 Menit
F. Tahap Pelaksanaan
1. pertama kita remote server proxmox kita, contoh;
$ssh root@192.168.4.22. jika sudah lalu kita stop corosync dan pve-cluster services di node dengan perintah;
#systemctl stop pve-cluster.service
# systemctl stop corosync3. lalu jalankan kembali cluster file system dalam local mode dengan perintah
#pmxcfs -l4. Kemudian hapus file konfigurasi corosync dengan perintah
#rm /etc/pve/corosync.conf
#rm /etc/corosync/*Kemudian jalankan kembali proxmox
G. Kesimpulan
dengan kegagalan ini saya bisa lebih medapatkan pengalaman dan tetap baca dokumentasi resminya
H. Referensi
https://forum.proxmox.com/threads/cluster-not-ready-no-quorum-500.10099/
https://pve.proxmox.com/pipermail/pve-user/2012-October/161216.html
https://nasyril.wordpress.com/2016/12/07/mengatasi-cluster-not-ready-no-quorum-500/
Create CT (Container) in Proxmox
A. Pengertian
Container adalah paket perangkat lunak ringan yang dapat berdiri sendiri , yang mencakup semua yang dibutuhkan untuk menjalankannya: kode, runtime, perkakas sistem, pustaka sistem, pengaturan. Tersedia untuk aplikasi berbasis Linux dan Windows, perangkat lunak kontainer akan selalu berjalan sama, terlepas dari lingkungannya. Wadah mengisolasi perangkat lunak dari sekitarnya, misalnya perbedaan antara lingkungan pengembangan dan pementasan dan membantu mengurangi konflik antar tim yang menjalankan perangkat lunak yang berbeda pada infrastruktur yang sama.
B. Latar Belakang
Latar Belakang saya menulis ini karena saya tertarik setelah mengikuti workshop bersama mas Mario gulo
C. Tujuan
Ingin memahami lebih tentang virtualisasi
D. Alat dan Bahan
5.Pada tab Root Disk tentuka kapasitas yang akan digunakan untuk container
6. Kemudian pada tab CPU tentukan CPU Limit dan CPU Unit
7. Lalu pada tab Memory tentukan memory ram dan juga swap untuk container
Read More
Container adalah paket perangkat lunak ringan yang dapat berdiri sendiri , yang mencakup semua yang dibutuhkan untuk menjalankannya: kode, runtime, perkakas sistem, pustaka sistem, pengaturan. Tersedia untuk aplikasi berbasis Linux dan Windows, perangkat lunak kontainer akan selalu berjalan sama, terlepas dari lingkungannya. Wadah mengisolasi perangkat lunak dari sekitarnya, misalnya perbedaan antara lingkungan pengembangan dan pementasan dan membantu mengurangi konflik antar tim yang menjalankan perangkat lunak yang berbeda pada infrastruktur yang sama.
B. Latar Belakang
Latar Belakang saya menulis ini karena saya tertarik setelah mengikuti workshop bersama mas Mario gulo
C. Tujuan
Ingin memahami lebih tentang virtualisasi
D. Alat dan Bahan
- PC yang sudah terinstall Proxmox
- template yang di gunakan untuk container
- laptop untuk meremote
E. Durasi Pelaksanaan
10 menit
F. Tahap Pelaksanaan
1. jika belum ada Download terlebih dahulu template di sini
2. Kemudian Upload di local --> content --> lalu pilih upload, cari file yang mau kita upload
3. Kemudian kita create CT untuk membuat Container
Beri nama, VM ID, hostname, dan password yang nantinya digunakan untuk container
4. Pada tab Template pilih template yang sudah di upload tadi
2. Kemudian Upload di local --> content --> lalu pilih upload, cari file yang mau kita upload
3. Kemudian kita create CT untuk membuat Container
Beri nama, VM ID, hostname, dan password yang nantinya digunakan untuk container
4. Pada tab Template pilih template yang sudah di upload tadi

5.Pada tab Root Disk tentuka kapasitas yang akan digunakan untuk container
6. Kemudian pada tab CPU tentukan CPU Limit dan CPU Unit
7. Lalu pada tab Memory tentukan memory ram dan juga swap untuk container
8. Pada tab Network, kita bisa mengkonfigurasi nama interface, bridge dan memberikan ip secara static atau dinamis.
9. Lalu Pada tab DNS di sini saya kosongkan
10. Kemudian pada Tab Confirm klik finish
11. Jika sudah klik kanan pada CT (Container) pilih start, kemudian klik kanan lagi dan pilih console
12. Lalu login dengan user root dan password yang sudah di buat tadi
13. Jika sudah bisa kita coba akses di web browser ip yang sudah di kofigurasi seperti di step 8
Maka hasilnya akan seperti di atas
G. Kesimpulan
Jadi perbedaan kontainer sama vm cukup jauh. yaitu kalo vm kita harus
install dari awal, seperti install biasa di host. tapi kalo container
adalah bentuk image yang sudah siap kita pakai tanpa install dari awal.
F. Referensi
Workshop Bersama Mas Mario Gulo (Pengenalan Docker)
Docker merupakan project open source yang menyediakan platform terbuka dalam bentuk teknologi virtualisasi berbasis container, ditunjukkan bagi para developer maupun sysadmin untuk dapat membangun, membundel dan menjalankan aplikasi dimanapun dalam satu container yang ringan. Mirip seperti Virtual Machine (VM) namu lebih ringan karena Docker tidak membawa keseluruhan sistem operasi, melainkan berbagi sistem dengan host induknya.
Docker mempunyai Tagline”Buid, Ship and Run Any App, Anywhere” yang kira-kira artinya kita bisa membuat, mendistribusikan dan menjalankan aplikasi pada berbagai platform. Docker menyatukan perangkat lunak dalam file system lengkap berisi semua yang diperlukan untuk menjalankannya: source code, paket sistem untuk runtime, perngkat sistem, sistem pustaka software – apa pun yang dapat di install pada Server.
Hal ini menjamin bahwa perangkat lunak akan selalu berjalan sama, tidak tergantung pada lingkungannya. Sebagai Contoh, Jika aplikasi sudah berjalan dengan baik pada Docker berbasis Linux SUSE, sistem yang sama akan berjalan dengan baik pula pada docker berbasis linux ubuntu, linux red hat, CentOs maupun lainnya. Pada perkembangan terkini, Docker bahkan bisa dijalankan diatas sistem windows maupun MacOS.
B. Sejarah
Solomon Hykes memulai Docker di Prancis sebagai proyek internal di dotCloud , perusahaan platform-as-a-service , dengan kontribusi awal oleh insinyur dotCloud lainnya termasuk Andrea Luzzardi dan Francois-Xavier Bourlet. Jeff Lindsay juga terlibat sebagai kolaborator independen. Docker mewakili evolusi teknologi milik dotCloud, yang dibangun di atas proyek sumber terbuka sebelumnyaseperti Cloudlets .
Docker dirilis sebagai open source pada bulan Maret 2013. Pada tanggal 13 Maret 2014, dengan diluncurkannya versi 0.9, Docker menjatuhkan LXC sebagai lingkungan eksekusi default dan menggantinya dengan library libcontainernya sendiri yang ditulis dalam bahasa pemrograman Go . Pada tanggal 24 Oktober 2015 , proyek ini memiliki lebih dari 25.600 bintang GitHub (menjadikannya proyek GitHub terbagi ke-20), lebih dari 6.800 garpu, dan hampir 1.100 kontributor.
Analisis Mei 2016 menunjukkan organisasi berikut sebagai kontributor utama Docker: Tim Docker, Cisco , Google , Huawei , IBM , Microsoft , dan Red Hat .
Analisis profil LinkedIn di LinkedIn pada bulan Januari 2017 menunjukkan kehadiran Docker tumbuh sebesar 160% pada tahun 2016.
Pada bulan April 2014, terungkap bahwa lengan investasi CIA In-Q-Tel adalah investor besar di Docker. Docker belum menanggapi pertanyaan tentang sifat investasi dan jika ada pemalsuan terhadap produk akhir yang diminta oleh agen mata-mata dan jika demikian, permintaan apa yang terpenuhi.
C.Komponen Docker
Docker memiliki banyak komponen, setiap komponen itu saling membutuhkan satu sama lain, berikut adalah komponen pembentukan docker:
- Docker Image
Docker image merupakan template yang bersifat read-only. Contohnya sebuah aplikasi image yang berisi sistem operasi ubuntu dengan Apache dan aplikasi web yang telah kita install. Image ini yang digunakan untuk menjalankan Container. - Docker Container
Docker container merupakan sebuah image bersifat read-write yang berjalan di atas image, Docker menggunakan union-file sistem sebagai back end file sistem containernya, dimana setiap perubahan yang disimpan pada container akan menyebabkan terbentuknya layer baru di atas base image. - Docker Registry
Docker registry merupakan repository distribusi kumpulan docker image yang terpusat baik bersifat public ataupun private repository. Registry public Docker disebut dengan Docker Hub. Disini kita bisa menyimpan docker image yang kita miliki alias push image maupun menggunakan image yang sudah ada alias pull image. - Docker File
Dokcer file merupakan sebuah skrip otomasi (builder) yang membangun sebuah image. Sebuah Docker file merupakan text atau skrip yang berisi semua perintah yang biasanya kita lakukan manual untuk membangun sebuah image. - Repository
Docker menggunakan kata ini mirip dengan yang digunakan pada Github dan source control system lainnya, namun jenis yang berbeda. Repository berupa ID untuk setiap image yang disimpan dalam registry. Ketika kita menjalankan perintah docker commit makan image itu akan kita beri nama dengan format namafile/nama_image. - Docker Index
Docker index terkait dengan Docker Hub Registry, meski keduanya memiliki fungsi yang berlainan. Index mengatur user account, permission, search, tagging dan hal lain yang tersimpan oada web interface public. Ketika kita melakukan eksekusi perintah docker run untuk menjalankan suatu docker image, hail itu digunakan untuk mencari data pada index bukan registry.
Subscribe to:
Posts (Atom)














